Jus Buah, sebagai Menu Makan dan Obat
Posted by admin | Filed under Buah & Sayur
Posted by admin | Filed under Buah & Sayur
Tiada seorang pun dari apoteker yang mampu menciptakan resep obat maupun tablet obat-obatan, yang mampu menandingi khasiat (keampuhan) sari buah-buahan dan sayuran tanpa dimasak (penyair)
Jika kita membuka kembali manuskrip kesehatan dan literatur kesehatan klasik, akan kita temukan bahwa penggunaan sari buah sebagai menu makanan dan bahan obat-obatan telah terjadi sejak jaman prasejarah. Bahkan, sejak pertama sejarah umat manusia dimuka bumi ini. Bukankah Adam dan Hawa diturunkan dari surga, akibat ketidak berdayaan menahan nafsu untuk memakan buah khuldi? Bukankah masyarakat zaman prasejarah menjadikan kebun-kebun mereka sebagai dapur besar untuk mengisi perut dan kelanjutan hidup mereka?Realita menunjukkan hidup mereka jauh dari ragam penyakit akut, seperti yang mewabah di zaman post modern ini? Catatan sejarah mencatat bahwa sejak zaman prasejarah, manusia telah menggunakan berbagai macam tumbuhan untuk dimakan dan diolah secara alami tanpa menggunakan campuran apa pun. Buah dan sayur terasa enak dan segar dimakan, selain memiliki kandungan gizi yang banyak.
Dari penelitian yang dilakukan para pakar biologi ditandaskan bahwa banyak buah-buahan dan sayuran selain sarat vitamin dan mineral, juga mengandung zat non-gizi yang ternyata manfaatnya sangat besar bagi kesehatan. Zat non-gizi yang dimaksud adalah serat, phitokimia, dan lain-lain. Para peneliti juga menuturkan bahwa phytokimia dapat menetralkan racun obat dan zat karsinogen. Caranya dengan menetralkan radikal bebas, menghambat enzim yang mengaktifkan karsinogen, sekaligus merangsang enzim yang menetralkam zat karsinogen.

Buah-buahan dan sayuran yang mengandung phytokimia di antaranya, bayam, kangkung, brokoli, sawi, kacang-kacangan, tomat, pepaya, anggur, jeruk, wortel, dan lain-lain. Buah-buahan biasanya dikonsumsi selagi masih segar. Sayuran diolah dengan cara dimasak dengan sedikit air (ditumis) maupun berupa masakan berkuah misalnya sup. Cara lain yang banyak dilakukan akhir-akhir ini yaitu dalam bentuk jus. Mengonsumsi jus lebih menguntungkan dibandingkan dengan menyantap buah potong. Dengan mengonsumsi jus, asupannya relatif bisa lebih banyak sehingga manfaatnya pun jauh lebih besar.
Minum jus buah banyak sekali manfaatnya. Selain segar saat diminum, jus buah juga memberikan nilai gizi lebih yang berguna bagi tubuh. Buah dan sayuran kaya akan serat, vitamin, dan mineral yang sangat diperlukan tubuh untuk membentengi diri dari serangan beragam penyakit. Sebaiknyamengonsumsi jus buah segar saat perut dalam keadaan kosong atau 20 menit sebelum makan makanan lain. Dengan cara ini, sang pengonsumsi akan dapat meningkatkan selera dalam dirinya untuk selalu mengonsumsi buah segar.
Buah berguna membantu mengeluarkan racun dalam tubuh. Mengonsumsi buah dalam porsi besar akan membuat tubuh sibuk melakukan detoksifikasi atau proses pembersihan racun dalam tubuh. Buah yang bersifat asam seperti lemon, jeruk, tomat, dan nanas, adalah buah yang kuat dalam detoksifikasi. Dengan minum jus buah setiap pagi sebagai menu sarapan pagi, maka tubuh akan lebih cepat memiliki energi dan stamina. Membiasakan minum jus buah merupakan kiat hidup sehat yang murah dan praktis
© Copyright Information Goes Here. All Rights Reserved.
Theme Developed by: TemplateWorld